Seperti kita ketahui, Universitas Terbuka memang sudah ada sejak lama, namun keberadaannya dahulu masih belum diakui dan hanya sekedar kampus dengan niat hanya mencari ijazah dan gelar semata. Oleh karena itu, Universitas Terbuka (UT) ingin agar kampusnya menjadi tempat yang benar-benar layak bagi para sarjana dan tidak lagi dipandang sebelah mata oleh dunia usaha dan pemerintahan.
UT semakin kesini semakin membuat gebrakan demi gebrakan agar kualitas kampus UT diperhitungkan di lapangan, menjadi setara dan memiliki kemampuan yang sama dari kampus-kampus regular di Indonesia.
Universitas Terbuka merupakan kampus kuliah satu-satunya Perguruan Tinggi Jarak Jauh (PTJJ) di Indonesia, serta usianya yang terbilang lama dan tetap eksis hingga hari ini. Bahkan, sekarang UT merupakan kampus alternative yang digunakan para mahasiswa untuk belajar selain kampus regular yang memakan waktu penuh waktu. Di UT, bisa kuliah sambil bekerja ataupun menggapai karir tanpa saling berbenturan dan mengganggu.
Selain melalui penilaian Badan Akreditasi Nasional dan Badan Sertifikasi ISO, UT juga melibatkan penilaian atau review dari organisasi Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh Dunia atau yang dikenal dengan International Council for Open and Distance Education (ICDE) yang berpusat di Oslo, Norwegia.
Reviewkualitas oleh ICDE sudah dilakukan pada 2005 dan 2010. Pada saat ini, UT kembali mengundang tim reviewer untuk mereview apa yang sudah di lakukan dan apa yang direncanakan oleh UT sesuai dengan rencana strategis UT 2010-2021.
"Karena masa berlaku ICDE lima tahun sekali, selama seminggu ini UT di-reviewuntuk ketiga kalinya," ujar Rektor UT Tian Belawati di Kampus UT, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Sabtu (13/2).
Reviewdilakukan sejak Selasa (9/2) sampai Sabtu (13/2) di hadiri oleh seluruh pimpinan unit di lingkungan UT dan juga 2 reviewer dari ICDE, yakni Tan Sri Dato' E meritus Prof Gajaraj Dhana rajan dan Dr Ebba Ossian nilsson.
Rektor UT menjelaskan, pada tahun ini, reviewkualitas difokuskan pada perkembangan terakhir yang sudah dilakukan UT pada sisi kualitas akademik, manajemen internal, serta layanan mahasiswa atau masyarakat. Selain itu, juga dilihat tindak lanjut terhadap rekomendasi yang pernah diberikan oleh ICDE pada 2010 lalu pengembangan kolaborasi antara UT dan alumni, aktivitas mahasiswa, desain kurikulum, materi ajar dan distribusinya, proses pembelajaran dan ujian, serta jaminan kualitas.
Tian mengungkapkan, dalam perjalanannya melayani masyarakat, UT menghadapi berba gai macam tantangan dan pembelajaran dari lingkungan inter nal maupun eksternalnya. Tantangan nya berupa berbagai macam kebijakan pemerintah kemudian dibukanya PTJJ serta permintaan program yang berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Tan Sri Dato' Emeritus Prof Gajaraj Dhanarajan yakin UT masih bisa terus berkembang dalam melakukan perbaikan dalam pendidikan. Menurutnya, UT sudah sangat berdedikasi dalam melayani masyarakat di Indonesia dan dunia.
"Ketika saya datang lima tahun lalu, UT masih memikirkan pengembangan apa yang harus dilakukan. Saat sekarang semua program yang direncanakan telah berjalan, berarti cita-cita UT pada lima tahun lalu sudah terwujud," kata dia.
Jadi, UT juga merupakan alternatif para calon sarjana yang memang ingin waktunya tidak sepenuh waktu kuliah, namun kualitas juga tidak kalah dari para sarjana reguler.
Not Comments Yet "Universitas Terbuka Terus Lakukan Perbaikan, Kini UT Review dari Pendidikan Terbuka Dunia"
Post a Comment