Gerbang Informasi. Lagi-lagi berita di media televisi dan cetak maupun online menampilkan berita-berita fulgar tentang ditetapkannya Saipul Jamil sebagai pelaku pelecehen seksual kepada seorang remaja. Lebih menyakitkan dan miris, korbannya adalah lelaki yang berada di bawah umur.
Jika kita tengok ke belakang, belum lama juga ada kasus Indra Bekti yang menjadi sorotan publik karena pelecehan seksual kepada lelaki. Sebenarnya, kita tidak ingin berspekulai macam-macam, namun pada intinya ini adalah pesan yang sangat luar biasa kepada semua pihak bahwa propaganda LGBT telah mencapai banyak keberhasilan sehingga banyak orang yang awalnya bisa jadi normal kemudian tertular penyakit LGBT.
Kembali ke kasus pedangdut Saipul Jamil. Melihat ke belakang, Saipul Jamil pernah menikah resmi dengan wanita dua kali dan semuanya telah terhenti. Satu bercerai dan satu lagi pisah karena meninggal dunia. Kemudian, dia dikabarkan dekat dengan beberapa wanita, bahkan bisa dikatakan telah berpacaran dengan lebih dari 4 kali setelah menjadi duda dengan isterinya yang meninggal dunia.
Pertanyaannya, apakah benar Saipul Jamil memiliki penyakit kejiwaan terhadap seksualnya?
Perlu kita perhatikan, bahwa LGB selain T, karena T bisa berarti lahir dengan dua alat kelamin sekaligus. Sedangkan LGB, Lesbi Gay dan Biseksual adalah penyakit yang muncul karena kebiasaan atau dibiasakan, baik diri sendiri maupun diciptakan oleh orang lain. Ini adalah intinya. Jadi, LGBT sesungguhnya bisa disembuhkan, dengan apa? Yaitu dengan kesungguhan dari diri sendiri untuk mengubah perilaku menyimpangnya.
Pertanyaan selanjutnya, kenapa Saipul Jamil yang pernah menikah dua kali, lalu kenapa bisa tiba-tiba Gay? (jika memang tuduhan gay benar). Maka, ada satu kunci besar. Awalnya, tentu saja Saipul Jamil berhubungan badan dengan kedua isterinya, lalu kini tiba-tiba dia melakukan hubungan seksual dengan lelaki? Semakin jelas bahwa perilaku LGBT adalah sesuatu yang bisa diubah menurut kemauan diri sendiri.
Bisa jadi, sebelum menikah pun, Saipul Jamil telah menyimpang seksualnya namun dia berupaya menutupinya dengan menikahi wanita, dengan demikian maka dia akan dianggap sebagai seorang yang normal. Bisa jadi juga, kemudian dia berubah menjadi normal. Ini adalah sebuah ketetapan bahwa segala sesuatu bisa diupayakan tergantung orang tersebut ingin berubah atau tidak.
Menjadi penerang masalah yang menimpa Saipul Jamil dengan kasus-kasus LGBT selama ini. Klaim para pelaku dan pro LGBT, bahwa LGBT bukan penyakit dan tidak bisa disembuhkan. Maka, kasus Saipul Jamil bisa dijadikan acuan bahwa LGBT bisa disembuhkan jika memang berusaha dan dibiasakan.
Not Comments Yet "Kasus Pencabulan Saipul Jamil, dan Perubahan Alur Seksual"
Post a Comment