Kanker merupakan penyakit mematikan, hingga kini seolah menjadi momok yang menakutkan. Bahkan, banyak orang berpendapat bahwa orang yang terlanjur terkena kanker maka jadwal hidupnya di dunia tinggal menunggu waktu saja. Terlihat menyeramkan, namun memang penyakit ini sangat mematikan dan dunia mengakuinya sebagai sebuah penyakit yang sampai sekarang sulit disembuhkan dengan total sembuh kecuali pencegahan.
Belum lama ini, ramai berita baik di BB maupun di situs-situs online bahwa Petai merupakan obat kanker yang lebih hebat dibandingkan kemoterapi dan bahkan ribuan kali lebih kuat dalam mengobati kanker. Benarkah demikian? Demikian pesan dan artikel tersebut.
Pete memiliki banyak khasiat, namun yang paling menarik yaitu dampak yang dihasilkan pada kista serta tumor. Buah ini terbukti mampu melawan semua jenis kanker. Pete merupakan anti mikroba pada infeksi bakteri serta jamur, efisien pada parasit internal serta cacing, dapat mengatur tekanan darah yang terlalu tinggi dan bermanfaat sebagai anti depresan, memerangi stres serta gugup.
Sebuah info menarik datang dari salah satu produsen obat terbesar di dunia, bahwa sesudah lebih dari 20 tes laboratorium yang dikerjakan mulai sejak tahun 1970, terungkap bahwa pete dapat menghancurkan sel-sel ganas di 12 jenis kanker, termasuk juga kanker kolon, payudara, prostat, paru-paru serta pankreas.
Senyawa buah ini menunjukkan 10.000 kali lebih baik dari product adriamycin, obat kemoterapi umumnya dipakai di dunia, dalam hal memperlambat perkembangan sel kanker. Bahkan yg lebih mencengangkan, jenis terapi dengan ekstrak pete hanya menghancurkan sel-sel kanker ganas dan tidak memengaruhi sel-sel sehat. (Institute of Health Sciences, 819 Sweden Penelitian Biosains. L. L. C. Cause Street)
Menurut Prof Dr. Karmel L Tambunan, SpPD-KHOM mengatakan, “Prinsipnya (pengobatan dengan alternatif semisal tanaman petai) sesuatu yang dikatakan bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit jika sebelumnya sudah terbukti secara ilmiah”
Lanjut Prof Karmel, "Memang umumnya obat kanker itu berasal dari tumbuh-tumbuhan, jadi saya juga tidak bisa membenarkan atau menyangkal bahwa petai bisa digunakan untuk mengobati kanker," lanjut Dr Karmel.
Memang, banyak sekali klaim-klaim dari media online, bahwa beberapa tanaman disebutkan memiliki zat yang bisa menyembuhkan penyakit tertentu, tapi belum terbukti atau tidak terbukti secara ilmiah dan penelitian. Makanya, jika ada informasi baru harus ada pembuktian dalam akademik dan penelitian sehingga akan bermanfaat dalam kesehatan secara global dan tidak informasi yang simpang siur kebenarannya.
Berbeda dengan dokter Gizi, dr Titi Sekarindah, MS, SpGK yang mengatkaan pernah membaca sebuah penelitian tentang petai yang memang mengandung property antikanker di Malaysia. Namun, jika benar demikian tentu harus ada dosis yang harus diperhitungkan agar penyembuhan tersebut dikatakan tepat.
"Saya pernah baca ada penelitian famakologi di Universitas Kebangsaan Malaysia di mana di sana menyebut petai memiliki properti antikanker. Tapi ini kan masih penelitian. Kalaupun benar, yang penting dosisnya. Kalau memang ingin sehat tentu dosis tidak boleh berlebihan," kata dr Titi dalam perbincangan dengan detikHealth, Kamis (14/11/2013).
dr Titi juga mengatakan, "Ada yang bilang petai bagus untuk masalah konstipasi, lalu bisa memberikan rasa rileks, antidepresi, dan perasaan tenang. Tapi jangan langsung makan banyak-banyak, karena apapun yang berlebihan pasti tidak baik," tutur dr Titi.
Kandunga petai memang banyak, termasuk gizi, protein, fosfor dan juga vitamin E dan B1. Dan bisa saja beberapa kandungan yang ada dalam petai itu adalah antikanker.
Namun, tentu saja penelitian ilmiah dan pengalaman dalam menerapkan petai sebagai obat kanker belum terbukti hingga sekarang. Jadi, sebaiknya tidak berharap terlalu berlebihan bahwa petai pasti bisa menyembuhkan kanker, karena memang belum terbukti secara ilmiah.
Not Comments Yet "Benarkah dalam Petai Terdapat Obat Kanker?"
Post a Comment