Buruh memang selalu menjadi sorotan bila terjadi kebangkrutan suatu perusahaan, namun di Indonesia seperti yang banyak diduga, pekerjanya adalah buruh Indonesia. Di Negeri orang kita menjadi buruh, di negeri sendiri kita pun menjadi buruh.
Wacana selalu muncul, PHK besar-besaran terus terjadi. Hingga akhirnya, untuk menjadi buruh saja, kita kesulitan hidup di negeri Indonesia ini. Kemudian, hanya segelintir orang yang akhirnya menikmati hidup senang, mereka adalah orang-orang yang mengaku memperjuangkan kepentingan rakyat namun pada dasarnya hanya mementingkan perutnya sendiri. Itulah para pejabat koruptor.
Kasus yang kembali muncul adalah Penutupan tiga pabrik Toshiba dan Panasonic di Indonesia membawa dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak lebih dari 2.500 karyawan. Hal ini terimbas dari lesunya penjualan produk elektronik dua perusahaan raksasa asal Jepang itu akibat penurunan daya beli masyarakat.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja (KSPI), Said Iqbal mengungkapkan, Toshiba telah menutup pabrik televisi di Kawasan Industri Cikarang, Jawa Barat. Padahal satu pabrik ini yang tersisa dari enam perusahaan Toshiba lain yang sudah tutup sebelumnya dalam 10 tahun terakhir.
"Yang tutup ini adalah pabrik televisi Toshiba terbesar di Indonesia, selain di Jepang. Karyawan yang di PHK lebih dari 900 orang," tegasnya
Said mengatakan, penutupan pabrik bakal dieksekusi pada April 2016. Saat ini, sedang terjadi proses negosiasi pesangon antara manajemen perusahaan dengan serikat pekerja pabrik tersebut.
Perusahaan lainnya, kata Said yang ikut terhantam pemburukan ekonomi adalah Panasonic lighting. Sebanyak dua pabriknya resmi ditutup, seperti Panasonic Lighting Indonesia (PLI) di Pasuruan, Jawa Timur di awal Januari ini dan satu pabrik lainnya di Kawasan Industri Bekasi pada Februari 2016.
"Pabrik di Pasuruan mempekerjakan lebih dari 600 orang dan sudah di PHK. Sedangkan pabrik yang di Bekasi PHK hampir 1.000 lebih karyawan," ucap Said.
Dengan demikian, Said menyebut, total karyawan atau buruh yang terkena PHK lebih dari 2.500 orang. "Ini jadi sinyal negatif bagi investasi di Indonesia," demikian penjelasannya.
Not Comments Yet "PHK Buruh Besar-Besaran, Panasonic dan Toshiba Tutup"
Post a Comment