Isu tentang LGBT rasanya seperti bom waktu yang tinggal menunggu ledakannya. Media seolah membabi buta menyiarkannya setiap waktu, entah karena kepentingan atau karena kemanusiaan?
Stasiun TV sebagai salah satu media pembelajar semakin lama, tanpa disadari juga mengkampanyekan bagaimana seorang lelaki bergaya seperti wanita karena memang lucu dan disukai. Lalu, sebaliknya. Wanita ada yang bergaya seperti lelaki, semua itu stasiun TV kebanyakan menampilkannya karena memang akan menambah rating pada acara mereka.
Akhirnya, KPI pun sebagai sensor penayangan dan penyiaran media di Indonesia harus melakukan stop terhadap penyimpangan gaya yang tidak sesuai pada fitrah mereka. Misalkan saja, hari ini stasiun TV banyak yang mengkampanyekan adegan lelaki yang menel atau seperti gaya perempuan agar orang terhibur. Misalnya, seorang lelaki yang kebanci-bancian sikapnya ketika bercanda.
Ini bukan sekedar kebebasan kreatifitas, ini adalah persoalan moral yang akan berakibat buruk dan menghancurkan generasi muda Indonesia. Secara massif, adegan-adegan banci yang ditampilkan di televisi akan memancing penonton setidaknya banyak yang meniru, apalagi anak kecil karena merasa bagus dan membuat orang banyak terhibur. Ini keliru besar. Maka dengan itu, KPI membuat teguran tegas dan edaran kepada penyiaran dan televisi untuk menghentikan adegan-adegan yang bertentangan dengan moral. Seharusnya, lelaki bisa adegan seperti lelaki dan tetap bisa membuat suasana cair dan humornya bagus dengan kreatifitas ide, bukan merendahkan dirinya menjadi seolah –olah perempuan.
Berikut ini kutipan surat edaran dari KPI
Not Comments Yet "Lelaki Bergaya Wanita Di TV, Dilarang KPI"
Post a Comment