Hari-hari ini, berita di media baik televisi maupun radio ataupun online, akan disuguhkan berita tentang banjir di Jakarta yang hingga kini, selama beberapa periode masih belum bisa tuntas terselesaikan.
Banjir yang menerpa Jakarta dari tahun ke tahun sudah menjadi rahasia umum dan selalu menjadi perbincangan hangat. Ketika pemilukada berlangsung, baru isu banjir akan bergulir sebagai bahan untuk berdebat para calon pemimpin baru di Jakarta. Nyatanya, sampai sekarang masih saja banjir dan banjir.
Meski sudah melakukan berbagai cara, namun cara-cara yang dilakukan tersebut terkesan kurang efisien. Seperti yang diungkapkan Kadis Tata Air Pemprov DKI Jakarta Taguh Hendrawan yang menyebutkan kalau genangan air yang muncul diberbagai titik setelah mengalami hujan karena saluran air yang menjadi tempat mengalirkannya ke laut tersumbat oleh sampah.
Tidak hanya sampah saja, bahkan juga jaringan kabel yang berada di bawah tanah (utilitas) disebut-sebut turut menghambat arus air yang sedang mengalir. Inilah penuturan Teguh Hendrawan akan genangan yang masih terjadi di wilayah DKI Jakarta, Benar yang disampaikan Pak Gubernur, genangan muncul karena utilitas terbentur menghalangi jalur air. Belum lagi tersangkut sampah. Main buang saja, dibersihin kotor lagi.
Karena sudah menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan namun perilaku buang sampah sembarangan tersebut sangat perlu untuk dirubah. Bila perilaku yang sangat merugikan tersebut masih tetap berlanjut, maka selama ini yang dilakukan oleh petugas Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) hanya akan sia-sia saja.
Tidak hanya itu Genangan air yang muncul usai hujan deras membuat Gubernur DKI JakartaBasuki Tjahaja Basuki Purnama (Ahok) harus heran bukan kepalang. Setelah datangnya musim penghujan beberapa waktu lalu sudah banyak sekali laporan soal jalan yang berada di dekat kantornya, yang tergenang pada Jum’at, 26 Februari 2016 kemarin setelah dilanda hujan deras semalam.
Setelah dicek, ternyata ada beberapa tumpukan bekas kabel yang menumbat aliran air di dalam selokan atau got. Karena mendapatkan bukti akan banyaknya tumpukan kabel dan sampah yang ada di dalam got, akhirnya Ahok mengeluarkan Handphone pribadinya dan menunjukkan beberapa bungkus kabel yang diangkut dari dalam got.
Not Comments Yet "Jakarta Banjir di Banyak Titik, Pemerintah DKI Beralasan Genangan Saluran Air Tersumbat"
Post a Comment