Gerbang.Net. Akhir-akhir ini, media banyak memuat tentang Nasarudin Umar, yang dulu pernah tertawan oleh kasus korupsi pengadaan Al-Quran namun anehnya sekarang dia diangkat menjadi imam masjid Istiqlal. Ada apa dengannya?
Apa kabar kasus Korupsi Alqur'an di Komisi Pemberantasan Korupsi yang melibatkan Nasarudin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal yang baru ini?
Bukankah seorang imam besar masjid itu harus orang yg benar - benar bisa dipercaya ilmu agamanya dan tingkat ke sholehannya.
Bukankah seorang Imam Besar Masjid harus bersih dan tidak terlibat segala kasus, apalagi kasus korupsi Alqur'an?
Apakah dugaan korupsi ini akan diselesaikan oleh K.P.K dan bukankah seharusnya Menteri Agama berskonsultasi dengan para ulama dalam mengangkat seorang imam besar masjid Istiqlal?
Membaca banyak berita dimedia mengenai hal ini bahwa:
Komisi Pemberantasan Korupsi telah mengantongi bukti dugaan keterlibatan Wakil Menteri Agama (Wamenag), Nasaruddin Umar dalam perkara proyek pengadaan Al Quran tahun 2011-2012 dan IT laboratorium komputer tahun 2011 di Kementerian Agama (Kemenag).
Bukti itu antara lain adalah soal percakapan antara terdakwa Zulkarnaen Djabar dengan Nasaruddin Umar.
Sumber berita:
https://www.nahimunkar.com/divonis-8-tahun-terdakwa-korups…/
http://nasional.tempo.co/…/wamenag-akui-sarankan-djabar-hub…
http://nasional.kompas.com/…/Divonis.Korupsi.Al.Quran.Jauha…
http://nasional.kompas.com/…/kpk.akan.panggil.wamenag.nasar…
http://www.tribunnews.com/…/penyidik-terlusuri-peran-nasaru…
http://www.merdeka.com/…/korupsi-alquran-nasaruddin-umar-me…
http://nasional.kompas.com/…/Eks.Pejabat.Kemenag.Didakwa.Ko…
http://www.rmol.co/…/KPK-Gali-Keterlibatan-Prof.-Nasaruddin…-
https://www.nahimunkar.com/wamenag-nasaruddin-umar-disebut…/
http://news.detik.com/…/kasus-korupsi-alquran-ahmad-jauhari…
sabda Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam:
''SIAPA YANG MENGANGKAT SESEORANG UNTUK SATU JABATAN YANG BERKAITAN DENGAN URUSAN MASYARAKAT SEDANGKAN DIA MENGETAHUI ADA YANG LEBIH TEPAT, MAKA SESUNGGUHNYA IA TELAH MENGKHIANATI ALLAH, RASUL, DAN KAUM MUSLIM.''
Dari ‘Adiy bin ‘Amirah Al Kindi Radhiyallahu 'anhu berkata : Aku pernah mendengar Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
((مَنْ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَلٍ فَكَتَمَنَا مِخْيَطًا فَمَا فَوْقَهُ كَانَ غُلُولًا يَأْتِي بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ))، قَالَ: فَقَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ أَسْوَدُ مِنْ الْأَنْصَارِ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهِ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ اقْبَلْ عَنِّي عَمَلَكَ، قَالَ: ((وَمَا لَكَ؟))، قَالَ: سَمِعْتُكَ تَقُولُ كَذَا وَكَذَا، قَالَ: ((وَأَنَا أَقُولُهُ الْآنَ، مَنْ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَلٍ فَلْيَجِئْ بِقَلِيلِهِ وَكَثِيرِهِ فَمَا أُوتِيَ مِنْهُ أَخَذَ وَمَا نُهِيَ عَنْهُ انْتَهَى)).
“Barangsiapa di antara kalian yang kami tugaskan untuk suatu pekerjaan (urusan), lalu dia menyembunyikan dari kami sebatang jarum atau lebih dari itu, maka itu adalah ghulul (belenggu, harta korupsi) yang akan dia bawa pada hari kiamat”. (‘Adiy) berkata : Maka ada seorang lelaki hitam dari Anshar berdiri menghadap Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, seolah-olah aku melihatnya, lalu dia berkata,"Wahai Rasulullah, copotlah jabatanku yang engkau tugaskan."
sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :
((مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِيءٌ مِنْ ثَلَاثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنْ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ))
"Barangsiapa berpisah ruh dari jasadnya (mati) dalam keadaan terbebas dari tiga perkara, maka ia (dijamin) masuk surga. Yaitu kesombongan, ghulul (korupsi) dan hutang".
Allahualam..
Mari kita berdoa:
«اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ، مُثْنِينَ بِهَا، قَابِلِيهَا وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا»
“Ya Allah, satukanlah hati-hati kami, perbaikilah hubungan di antara sesama kami, tunjukkanlah kami kepada jalan-jalan keselamatan, selamatkanlah kami dari kegelapan menuju cahaya, jauhkanlah kami dari perbuatan-perbuatan keji yang nampak maupun yang tersembunyi.
Ya Allah, berkahilah untuk kami pendengaran-pendengaran kami, penglihatan-penglihatan kami, hati-hati kami, istri-istri kami, dan anak keturunan kami! Ampunilah kami karena sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang! Jadikanlah kami orang-orang yang bersyukur atas nikmat-Mu, memujinya, menerimanya, dan sempurnakanlah nikmat-Mu tersebut untuk kami.”
(HR. Abu Daud no. 969 dan Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam al-Awsath no. 5769, Al-Mu’jam al-Kabir no. 10426, dan Ad-Du’a no. 1429 dan 1430. Al-Hafizh Nuruddin Ali bin Abi Bakr al-Haitsami menyatakan sanadnya baik)
Semoga ada kejelasan dari kasus korupsi ini dan dukungan para ulama sehingga tidak membingungkan umat.. Aamin
Not Comments Yet "Tentang Nasarudin Umar, Imam Masjid Istiqlal yang Baru"
Post a Comment