Gerbang.Net. Masih ramai diperbincangan tentang pembangunan Kereta cepat dengan rute Jakarta-Bandung. Pembangunan ini akan menyita dan menimbulkan hutang yang sangat besar berpotensi hutang hingga ke cucu-cucu kita.
Apakah para ekonom di Negara Indonesia telah menutup mata dan seolah tak mau melihat kondisi Negara yang hendak dijajah habis-habisan.
Yusril Izha mahendra kembali menyadarkan kita, dalam tulisannya dia mengatakan bahwa, ‘Hutang ama China itu dibayar 60 tahun. Cucu kita nanti yang lunasi kalau proyek lancer. Kalo macet 4 BUMN terancam, Boss.”
Mengerikan memang, bayangkan harga diri Negara di hadapan Negara-negara lainnya. Kita akan terhina dan seolah tak memiliki wibawa sebagai Negara besar.
Sebelumnya, proyek kereta cepat ini tidak ada dalam renstra, namun tiba-tiba muncul begitu saja dan seolah sudah legal dan disetujui semua pihak.
Pihak yang mana?
Pihak pro rakyat atau pihak koruptor?
Not Comments Yet "Hutang Kereta Cepat dibayar 60 Tahun, Kalau Lancar. Kalau Tidak 4 BUMN Terancam Tergadai!"
Post a Comment