Sahabat Gerbang, mungkin akhir-akhir ini kalian akan mendengar atau sering mendengar kata-kata Gafatar. Tiba-tiba saja, kata ini menjadi terkenal. Padahal, Gafatar hanyalah reinkarnasi dari sebuah gerakan yang lama pernah melegenda di Indonesia dan menjadi buah bibir di kalangan ulama Indonesia sebagai aliran yang nyeleneh dan selalu membuat kerancuan berpikir.
Beberapa hari belakangan, kasuk orang hilang telah banyak membuat rakyat Indonesia resah. Ditambah, orang yang hilang termasuk orang-orang yang berpendidikan dan termasuk dalam kategori berprofesi strategis di masyarakat. Orang yang menghilang dikabarkan mengikuti suatu jihad (menurut mereka), lalu kerancuan seperti apa yang berpikir bahwa jihad itu hanya seperti dalam pikiran mereka (Gafatar, red)
Saya pribadi, adalah pelaku organisasi (setidaknya dahulu), saya sangat mengenal berbagai pemikiran, banyak madzhab, dan bahkan banyak organisasi Islam. Saya pernah berteman sangat lama dengan seorang sahabat yang mantan KW9 NII yang sekarang sudah bertaubat, dan dahulu dia adalah pembesar disana.
Dan, kesimpulan saya memang tidak terlalu meleset. Gafatar adalah gerakan lama yang berubah nama saja, dia adalah NII KW9. Hal ini juga dilontarkan oleh pengamat intelejen Al-Chaidar yang mengatakan bahwa organisasi Gafatar bukan gerakan baru di Indonesia. Ia merupakan wujud lain dari organisasi yang telah ada sebelumnya, yaitu Milata Abraham dan Al-Qaeda Al-Islamiyah Indonesia.
“Sebenarnya (Gafatar) lanjutan dari organisasi Milata Abraham dan Al-Qaeda Al-Islamiyah Indonesia. Dulunya KW 9 aliran sesat yang dibuat pemerintah Indonesia,” katanya kepada Okezone, Selasa (12/1/2016).
Al-Chaidar mengatakan, pembentukan organisasi tersebut oleh pemerintah bertujuan untuk melindungi ideologi Pancasila. Sementara, mengenai anggota Gafatar yang mayoritas anak muda, Al-Chaidar menyatakan, hal tersebut karena anak muda lebih mudah dipengaruhi mengenai hal yang bersifat spiritual.
Pola gerakan mereka, yang paling saya ingat adalah. Mencari donasi dan infak, tidak peduli darimana dia dapat, karena bagi mereka orang di luar mereka adalah sesat dan merekalah semata yang ahli surga dan benar secara syariah.
Lalu, apakah pemikiran rancu dan dasar dan dalil seperti ini bisa dijadikan landasan hukum dan landasan berpikir?
Not Comments Yet "KW9 NII, Gafatar yang Sedang Ramai Dibicarakan"
Post a Comment