Sahabat gerbang, Mungkin anda juga menonton atau mendengarkan berita. Dan, anda akan disuguhkan dengan berita Bom Sarinah. Tentu saja, itu tidaklah sepenuhnya salah. Trending hingga detik ini adalah Bom Sarinah, masuk index Pencarian Google tertinggi.
Tapi, saya tidak terlalu tertarik dengan hal itu. Terorisme yang kata mereka selalu disuarakan, bisa saja dimanipulasi oleh oknum. Jangan heran, bahkan anda sendiri dalam lingkungan kalian tentu mengenal pengusaha yang menyewa preman. Untuk keamanan usahanya, pengusaha menyewa preman jika sewaktu-waktu ada masalah, preman yang menyelesaikan sengketa tersebut. Anda sudah sering dengar bukan?
Atau yang lebih besar, Para pejabat kita, ternyata mereka juga berteman dengan banyak preman untuk mengamankan posisi mereka. Mereka membayar bos preman (setoran) agar anak buahnya tidak membuat onar dan gaduh untuk beberapa waktu. Kemudian, sesekali mereka beraksi, lalu seolah si Pejabat membuat aturan dan seolah pahlawan datang.
Ini, sudah biasa dalam kehidupan. Jangan terlalu kaget dan heran, semua hal bisa terjadi.
Tapi, saya tertarik dengan perseteruan Fahri Hamzah anggota DPR dan KPK. Ini baru mantap menurut saya. Mungkin, bagi penonton Metro Mini, (Pahamkan?) mereka akan menghujat Fahri Hamzah, justifikasi melindungi koruptor, atau bahkan yang paling buruk, anggota DPR Fahri Hamzah seperti preman yang menghalangi kebenaran hendak diungkap.
AH! Sudahlah. Apa mau kalian? KPK menangkap Damayanti dari PDI-P disebut sebagai keberhasilan besar. Lalu kemana kasus Freeport? Kemana Megawati yang dulu hendak diperiksa? Kemana! Kemana! kasus besarnya mana. Hanya berani menangkap teri?
Saya jadi tertarik dengan Fahri Hamzah. Bukan apa-apa, tapi keberaniannya membuat gebrakan. Sudah jelas, peraturan memasuki gedung DPR tidak boleh pakai senjata. Hormatilah itu. Meskipun Polisi. Lalu apa salahnya dia hanya menegakkan hukum bukan? Tanpa senjata pun, KPK akan leluasa memeriksa semua berkas. Bayangkan saja, jika KPK telah "dipesan" membawa barang bukti lain dan diselipkan lalu dikatakan barang temuan di lokasi penggeledahan.
Ini main detiktif atau main sungguhan?
Bisa jadi ada pesanan? Entahlah. Bukan pada itu saya sedang membicarakan keberanian Fahri Hamzah, melabrak ketidakberesan dalam hukum yang berlaku. Terlepas dari buruk dan tidaknya dia, saya mengapresiasi keberaniannya, meskipun banyak orang mencibirnya, bahkan mungkin anda juga.
Not Comments Yet "Antara Fahri Hamzah dan Bom Sarinah"
Post a Comment