Informasi pemerintah yang menurunkan BBM pada Januari 2016 disambut baik dan antusias semua pihak. Namun, jika kita mengetahui secara mendalam. Maka, sebenarnya kita hendak mengernyitkan dahi pertanda pusing tujuh keliling dengan kelakukan pemerintah sekarang ini.
Memang, Pemerintah hendak menurunkan harga BBM per 05 Januari, (Baca :
Harga BBM Turun), Tapi sesungguhnya penurunan harga BBM ternyata di sunat oleh pemerintah. Namun, Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, harga keekonomian premium saat ini sebenarnya ada di level Rp 6.950 per liter, menyusul turunnya harga minyak dunia. Pemerintah kemudian menambah Rp 200 dari nilai keekonomian itu untuk dibebankan kepada rakyat.
Sementara itu, untuk solar, nilai keekonomian saat ini berkisar Rp 5.650 per liter. Namun, pemerintah menambah biaya Rp 300.
Tambahan biaya ini merupakan dana untuk program energi terbarukan yang sedang dikembangkan pemerintah.
Belum ada dalam sejarah Indonesia, rakyat mensubsidi pemerintah. JIka kita lihat, kehidupan tak berimbang ini terlihat dari kehidupan rakyat Indonesia yang masih banyak dalam garis kemiskinan. Sedangkan, Para pejabat dengan tiap harinya memakai baju bagus dan semua difasilitasi oleh pemerintah dengan uang pajak dari rakyat. Dan, kini rakyat bertambah harus dibebani dengan mensubsidi pemerintah.
Memang, dunia tengah terbalik kawan-kawan gerbang.
Yusril Ihza Mahendra dengan tegas juga menanyakan dasar hukum yang digunakan pemerintah guna meminta subsidi dari rakyat.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi teman-teman semua. Pemerintah hari ini memang sudah berlaku dzalim jika menerapkan aturan ini.
Not Comments Yet "Subsidi BBM Terbalik, atau Dunia yang Sudah Terbalik?"
Post a Comment