Kebanyakan manusia tentu tidak ingin mengalami
sakit jika memang bisa, namun sakit adalah bagian dari kehidupan. Seorang mukmin mengetahui bahwa sakit adalah bagian dari ujian hidup, sekaligus sebagai pengingat bahwa kenikmatan sehat adalah nikmat yang luar biasa harus disyukuri.
Nabi saw pernah berpesan bahwa ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu di dalamnya (atau kurang bersyukur), nikmat Sehat dan Kesempatan. Kedua nikmat tersebut memang sering dilupakan karena dia selalu ada di sekitar kita, sehat pasti merupakan hal yang biasa namun ketika sakit barulah dia akan merasa sehat itu nikmat besar. Begitupun kesempatan, kebanyakan manusia sering membuat alasan untuk menutupi dirinya dari berusaha keras sehingga kesempatan yang disediakan Allah menjadi sia-sia.
Ketika seorang mukmin sakit, maka sesungguhnya itu adalah penggugur dari dosa-dosa, itupun jika seorang mukmin ikhlas terhadap sakitnya dan menyerahkan segala urusannya kepada Allah dan tidak mengeluh atas rasa sakitnya.
Diceritakan dalam sebuah riwayat, dari cerita Abu Imamah al Bahili bercerita tentang diutusnya Malaikat berjumlah empat untuk mendatangi hamba Allah yang beriman saat si hamba akan diberikan ujian sakit.
“Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.”
Allah memerintahkan :
1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya
3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.
Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba.
Namun untuk malaikat ke 4 , Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa2nya kepada hamba mukmin. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa2 ini tidak Engkau kembalikan?”
Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa2nya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa2 tersebut ke dalam laut.”
Begitulah, hanya satu yang tidak kembali bagi orang sakit, yaitu diampuni dosa-dosanya sehingga jika meninggal dunia karena sakit, insyaallah seorang mukmin akan kembali kepada Allah dalam keadaan bersih dari dosa.
Not Comments Yet "Empat Hal yang Diangkat Ketika Seorang Mukmin Sakit"
Post a Comment