Beberapa kasus kejahatan yang ditangkap, ada diantara mereka yang ternyata menyimpan kain panjang putih kafan di dalam dompet atau saku mereka. Belum lama berselang, di salah satu daerah di Sumatera Selatan ada seorang penjahat yang hendak ditangkap polisi dan ditembaki karena melawan. Beberapa tembakan dilepaskan, berkali-kali, tapi penjahat itu santai saja meskipun peluru mengenai tubuhnya. Namun, peluru itu mental. Masyarakat mencoba membantu dan memukul penjahat, tapi kayunya remuk dan si penjahat santai saja sambil hendak melawan.

Mungkin, ada yang percaya dan ada yang tidak, tapi ini kenyataan. Tapi, jangan salah paham dulu, simak ulasan selanjutnya hingga selesai. Ketika masyarakat mengeroyok, mereka melihat tali pinggang dan cincin, mereka memaksa copot, dan akhirnya si penjahat dapat dibekuk dan babak belur, polisi pun menembak dan darah keluar. Nah, kita hidup memang tidak sendiri, benar ada makhluk lain yaitu Jin. Biasanya mereka yang memakai klenik adalah orang yang sudah bersepakat dengan jin, oleh karena itulah mereka terlihat hebat.
Di zaman sekarang, banyak orang yang tidak percaya hal mistis, namun masih ada orang yang percaya. Sebagai orang bertakwa, tentu ada makhluk selain kita yaitu Jin. Namun, bukan untuk ditakuti, bahkan bukan untuk diajak kerjasama untuk kejahatan. Baiklah, kembali ke masalah, kenapa para penjahat sering mengincar tali pocong sebagai jimat?
Mereka yang mempercayai jimat dengan tali pocong beranggapan bisa menjadi kebal senjata dan juga bisa terbang atau melompat tanpa hingga (seperti film The Jumper saja). Biasanya tali pocong mereka masukkan ke dompet saat beraksi. Mereka pun mengadakan ritual sesembahan sebelum melakukan aksi kejahatannya. Mereka beranggapan arwah si pemilik tali pocong akan membantu aksi kejahatan mereka sehingga menjadi lancar. Naudzubillah min Dzalik.
Target mereka mencari tali pocong adalah terutama mayat perempuan atau juga yang meninggal di malam jumat kliwon (misteri..., gak usah takut lah).
Ada yang aneh dengan ritual para penjahat ini, mereka akan memberi hadiah atau tumbal demi terus lancar kejahatannya, yaitu dengan sesajen ayam hitam dan kembang tujuh rupa. Mereka melakukan ritual itu setiap tahunnya. Ada juga pantangan mereka, bahwa jimat itu tidak boleh dibawa ke kamar mandi, jika itu terjadi mereka akan sial (tambah susah kan, makanya buruan tobat).
Ada satu lagi kepercayaan pemilik jimat tali pocong, mereka menganggap bisa menghipnotis korban, atau dalam bahasa jawa bisa juga sirep.
Tali pocong sejatinya hanya kain kafan potongan untuk jenazah, jadi tak ada kekuatan apapun, kekuatan itu hanyalah milik Tuhan Semesta Alam.
Not Comments Yet "Klenik: Pelaku Kejahatan Memakai Jimat Tali Pocong, Apa Hebatnya?"
Post a Comment