Gerbang Informasi. Cerita tentang kampanye dengan metode blusukan memang ada di seluruh dunia. Tapi, kalau yang lucu-lucu pasti adanya di Indonesia. Sebagai calon kepala daerah, mau tidak mau uang yang terkucur keluar untuk berjuang menjadi orang nomor satu tersebut, tentu sudah menghabiskan entah berapa milyar. Selain itu, biaya kampanye pastilah menyedot dompet hingga mungkin istilah “habis-habisan.”
Ini adalah kisah tentang “Wanita Emas” yaitu panggilan yang merupakan julukan untuk Hasnaeni Moein yang ingin maju di pencalonan gubernur DKI Jakarta. Kita tahu, Jakarta adalah pusat kota di seluruh Indonesia. Maka, siapa yang menjadi pemimpin daerah tersebut, tentu merupakan orang yang paling terkenal setelah presiden Negara.
Hasnaeni Moein atau si “Wanita Emas” tengah menggunakan gaya blusukan pula di Pasar Tanah Abang pada tanggal 23 Maret 2016, atau hari Rabu. Saat aksi blusukan itulah, ada ide dari “Wanita Emas” dan para relawan untuk menggunakan jasa tukang ojek. Maka, Hasnaeni menggunakan jasa ojek tersebut.
"Saya mau naik ojek, yah, nanti TV mau ikutin," ujar Hasnaeni kepada para relawannya sesaat sebelum naik ojek.
Hasnaeni segera member isyarat kepada para tukang ojek yang tengah mangkal di pangkalan ojek tidak jauh dari situ, tujuan Hasnaeni adalah ke Blog G, maka beberapa tukang ojek segera sigap untuk memulai aksi kampanye memperkenalkan diri oleh “Wanita Emas.”
Setelah tiba di Blok G, Hasnaeni pun turun dan mulai berkeliling menjumpai warga. Saat Hasnaeni pergi, salah satu stafnya tampak mengurus pembayaran ongkos ojek itu.
Namun, urusan pembayaran itu ternyata belum selesai. Hasnaeni yang sedang berkeliling kemudian dipanggil oleh salah seorang tukang ojek.
"Bu, bayar ojek, Bu. Kasihan pelanggan saya yang lain telantar nih, Bu," ujar salah seorang tukang ojek, Ujang.
Namun, Hasnaeni seolah tidak mendengar teriakan itu. Dia lanjut meladeni warga yang mendekatinya.
Kepada Kompas.com, Ujang mengatakan bahwa tim Hasnaeni belum membayar ojeknya. Sebab, mereka belum sepakat dengan masalah harga.
"Masa kami mau dikasih Rp 15.000 satu motor. Dia kan katanya calon gubernur. Kalau kampanye, duitnya banyak, dong," ujar Ujang.
Ketika ditanya berapa ongkos yang dia mau, Ujang berkata, mereka seharusnya diberi uang Rp 50.000 per orang.
"Sepantesnya calon gubernur-lah. Rp 50.000, kek," ujar dia. (Baca:"Wanita Emas" Lagi-lagi Bagikan Uang Rp 2.000 dan Rp 5.000 Serta Sembako)
Tidak lama kemudian, staf Hasnaeni mendekat dan membuat "deal-deal" dengan 15 tukang ojek. Tidak lama kemudian, para tukang ojek diberi beberapa lembar uang Rp 50.000.
"Akhirnya dikasih Rp 30.000 doang satu motor. Ya udahlahdaripada enggak dibayar sama sekali," ujar Ujang.
Not Comments Yet ""Wanita Emas" dan Tukang Ojek, Blusukan Ke Tanah Abang"
Post a Comment