Kasus yang menimpa keluarga Wayan Mirna Shalihin memang menyita public, beritanya sungguh heboh dan sangat dinanti-nanti siapa dalang pembunuhannya. Namun, setelah ditetapkan bahwa pelaku pembunuhan adalah Jessica Wongso, diduga kuat karena ada hubungan jalinan antara Jessica dan Mirna itulah yang menjadi acuan para penyidik.
Lepas dari informasi di atas, kasus pembunuhan tersebut adalah menggunakan bahan racun sianida yang terkenal sebagai racun paling mematikan untuk membunuh jiwa manusia dengan waktu cepat. Saking cepatnya, Prof dr Tjandra Yoga Aditama yang merupakan Regional Coordinator di WHO South East Asia mengatakan tentang sianida, “Efek sianida ini sangat cepat dan dapat mengakibatkan kematian dalam jangka waktu beberapa menit.”
Zat Sianida ini adalah racun yang mematikan, jika masuk ke dalam tubuh dalam jumlah tertentu di tubuh manusia maka akan mengalami kematian jika tidak segera tertolong dengan sigap.
Nah, jika Sianida adalah racun mematikan, bahkan jika tumpah mengenai kulit akan bisa mengelupas atau minimal iritasi. Ada orang-orang yang kebal terhadap racun sianida ini, (untuk sementara) tidak tahu selanjutnya. Tapi mereka menikmati racun tersebut, tanpa peduli pada kesehatan mereka, parahnya mereka malah membuat orang lain di sekitarnya ikut mencicipi sianida yang dengan bangga mereka semburkan kepada orang lain yang tidak bersalah.
Sianida termasuk jenis racun yang telah dipakai sejak ribuan tahun lalu oleh manusia untuk kepentingan menghilangkan nyawa. Akan tetapi menurutnya juga, zat sianida dapat dijumpai di alam dan beberapa jenis sumber makanan namun dosisnya sangat sedikit.
Bakteri, jamur dan ganggang merupakan jenis yang dapat menghasilkan sianida dalam dosis minim. Bahkan dalam rokok pun terdapat kandungan sianida, seperti juga pada asap kendaraan bermotor, limbah industri, dan sejumlah hasil pertambangan lain.
Secara fisik, racun sianida yang berbentuk cair tidak berwarna atau berwarna biru pucat. Ia mudah sekali dicampur dalam air dan kurang terlihat jika dosisnya sedikit.
Bentuk bubuk dari sianida dapat dijumpai berupa sodium sianida dan postassium sianida.
Seseorang yang keracunan sianida akan memperlihatkan gejala awal yakni napas lebih cepat, sulit bernapas, nyeri kepala, berkeringat banyak, cemas, kulit menjadi lebih merah, lemah, tremor, kejang, koma.
Kembali ke topic pembicaraan kita, lalu siapakah orang-orang yang kebal terhadap racun sianida meskipun mereka menikmatinya tiap hari? Mereka adalah para perokok!
Sampai kapan mereka mau berhenti? Setelah sakit barulah mereka akan memaksa diri untuk sembuh, kenapa tidak memaksa berhenti dan menjaga kesehatan selagi sempat?
Not Comments Yet "HEBAT! Orang - Orang yang Kebal Terhadap Racun Sianida! Namun Entah Esok Hari!"
Post a Comment