Kebiasaan membaca semakin hari semakin baik saja, banyak para pelajar yang terus memberikan energi baru bagi kebangkitan pengetahuan Indonesia pada khususnya. Di wilayah perkotaan dan dekat dengan kampus maupun sekolah, kebudayaan mulai di galakkan agar semakin banyak orang terpelajar dan menguasai ilmu pengetahuan.
Namun, sedikit sekali bagi masyarakat di pedesaan yang mengerti akan pentingnya pendidikan. Semua pihak harus aktif untuk meningkatkan minat baca hingga ke pelosok-pelosok, agar petani maupun buruh mendapatkan ilmu baru untuk usahanya juga. Nah, ada liputan khusus tentang komunitas baca di Batanghari yang melakukan kegiatannya untuk memberi motivasi agar kebiasaan membaca semakin meningkat di desa-desa.
Komunitas Baca Batanghari melakukan aksi keliling desa dengan berbagai macam buku-buku edukatif. Mulai dari buku ensiklopedi yang sarat pengetahuan menarik, buku anak Islam, hingga novel-novel berkelas seperti Asma Nadia.
Mereka keliling hanya dengan motor yang mereka punya. Berawal dari hobi mengumpulkan buku serta keprihatinan relawan KBB (Komunitas Baca Batanghari) terhadap perkembangan anak-anak yang dipengaruhi tontonan dan buku yang mereka baca, maka pada tanggal 13 agustus 2016 dari Rumah Baca Fathi&Nadia terbentuklah Komunitas Baca Batanghari yang dipelopori orang-orang Batanghari agar concern pada kemajuan daerahnya. Biasanya komunitas ini keliling pada hari Sabtu tiap dua pekan sekali.
Komunitas ini juga pernah didatangi relawan lain mulai dari guru, juga organisasi kepenulisan seperti Forum Lingkar Pena (FLP) Metro sebagai tim mendongeng. Kegiatan Komunitas Baca Batanghari (KBB) cukup variatif, mereka menawarkan story telling, drawing, baca buku, mendengarkan cerita, juga hadiah. Lebih menggembirakannya lagi, semuanya gratis. (Foto dibidik Sabtu, 1 Oktober 2016)
Not Comments Yet "Melatih Daya Baca, Komunitas Ini Rela Keliling Desa"
Post a Comment